Rabu, 23 November 2011

Terbelahnya Benua Oleh Si Terusan Panama





Saya postingkan sebuah mahakarya dari makhluk tuhan yang paling sempurna yaitu manusia yang membelah benua. Terusan Panama (Panama Canal) adalah sebuah kanal besar yang terletak di negara Panama, Amerika Tengah. Kanal Panama atau yang lebih dikenal dengan nama Terusan Panama lebih jelasnya adalah sebuah terusan yang membelah tanah genting Panama sepanjang 82 km, sekaligus juga membelah daratan Amerika Utara dan Amerika Selatan dan dengan demikian berhasil menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik. 
Terusan ini memotong waktu tempuh kapal laut karena tidak perlu memutar lewat ujung selatan Amerika Selatan. Sebagai contoh, jika sebuah kapal laut berlayar dari New York (Pantai Timur AS) menuju ke San Francisco (Pantai Barat AS) dan tidak melalui terusan ini maka jarak perjalanannya menjadi 22.500 km (14.000 mil), sedangkan jika memanfaatkan terusan maka jaraknya hanya menjadi 9.500 km (6.000 mil) saja! 

Dibuat Agar Kapal Tidak Memutari Amerika Selatan

Terusan Panama





Rencana pembangunan terusan ini sudah mulai muncul di abad ke 16 namun baru berhasil direalisasikan pada 15 Agustus 1914. Walaupun pembangunannya dilanda berbagai masalah seperti penyakit malaria, demam kuning, bencana tanah longsor, dan kekurangan air, terusan ini akhirnya berhasil didirikan dan telah membantu ratusan ribu kapal menyeberang sejak pembukaannya atau rata-rata 12.000 kapal per tahun.





Sejarah Pembangunan 





Gagasan pembangunan Terusan Panama dicetuskan pertama kali pada tahun 1524 oleh raja Spanyol saat itu, Charles V. Raja berpendapat jika tanah genting di Panama dibelah maka akan meringankan perjalanan kapal-kapal kerajaan yang berlayar dari Ekuador ke Peru ataupun sebaliknya. Tahun-tahun berikutnya, sejumlah kerajaan lain di Eropa juga mengemukakan gagasan yang sama namun masih terbentur kendala teknologi dan sumber daya. 


Raja Charles V

Ferdinand de Lesseps






Pembangunan fisik terusan akhirnya baru berhasil dimulai pada tanggal 1 Januari 1880. Saat itu Pemerintah Perancis yang terinspirasi dari kesuksesan insinyurnya, Ferdinand de Lesseps, yang berhasil mendirikan Terusan Suez di benua Afrika, memutuskan memulai proyek mahasulit ini. Pembangunan terusan dipercayakan langsung pada de Lesseps. Sayangnya, karena terkesan buru-buru dan tidak melakukan studi geologi dan hidrologi yang memadai, proyek ini mulai banyak memakan korban jiwa dan dana. Wabah malaria dan demam kuning merebak dan sejumlah besar pekerja terjangkit dan bahkan meninggal dunia (tercatat sekitar 22.000 orang) sehingga proyek mulai terbengkalai. Peralatan yang terbuat dari besi dan baja mulai berkarat, sebagian pekerja angkat tangan dan kembali ke negaranya. 



Proses Pembuatan Terusan





Melihat kondisi ini, pemerintah Perancis pada tahun 1893 memutuskan menghentikan sementara proyek ini. Selanjutnya pada tahun 1898, Perancis melobi Amerika Serikat (AS) untuk meneruskan proyeknya. Tahun 1902, Senat AS menyetujui pengambilalihan proyek ini. Tahun 1904, presiden AS masa itu, Theodore Roosevelt, memutuskan membeli sisa-sisa peralatan proyek dari Perancis dan meneruskan pembangunan terusan. Namun, hal ini dilakukan AS setelah berhasil memerdekakan Panama dari Kolombia. Sebagai kompensasinya, Pemerintah Panama memberikan hak pengelolaan terusan kepada AS. 

Pembangunan Terusan Panama pun dilanjutkan kembali! Kali ini melalui persiapan matang dan penyediaan infrastruktur yang memadai. Presiden Theodore Roosevelt menunjuk George Washington Goethals sebagai pimpinan proyek. Peralatan lama sedikit demi sedikit mulai diganti dengan peralatan baru yang lebih canggih. Tahun 1914, proyek Terusan Panama berhasil diselesaikan. Dua tahun lebih cepat dari target yang ditetapkan yaitu pada 1 Juni 1916. Terusan Panama akhirnya dibuka secara resmi pada 15 Agustus 1914 yang bertepatan dengan mulai berkecamuknya Perang Dunia I di Eropa dan kapal laut pertama yang melintas adalah sebuah kapal kargo yang bernama, Ancon. 

Pada 1930an, Terusan Panama disempurnakan dengan diciptakannya danau-danau buatan sebagai penampung air yang dibuka jika ada kapal yang akan lewat. Selain itu juga dibuat beberapa pintu air. Setelah Perang Dunia II, rakyat Panama mulai menuntut hak pengelolaan dan selain itu memprotes kehadiran militer AS yang semakin hari semakin bertambah banyak. Akhirnya pada 7 September 1977, Presiden AS, Jimmy Carter dan Presiden Panama, Omar Torrijos menandatangani sebuah kesepakatan yang mengizinkan Panama mengelola sendiri terusan itu namun tetap menjamin netralitas kawasan (Neutrality Treaty) dan AS diizinkan untuk kembali kapan saja. Akan tetapi, kesepakatan ini dikecam oleh sebagian besar rakyat AS. Selanjutnya, pada 31 Desember 1999, pengelolaan terusan diserahkan sepenuhnya ke Panama melalui Otoritas Terusan Panama/Panama Canal Authority (ACP). 


Cara Pengoperasian 

Berbeda dengan Terusan Suez, Terusan Panama mengandalkan sejumlah pintu air dan beberapa danau buatan. Dari Teluk Limon di Samudera Atlantik, kapal memasuki pintu air Gatun Locks yang mengangkat kapal setinggi 26 meter dari permukaan laut. Sejumlah lokomotif listrik kecil menuntun atau mendorong kapal melintasi pintu-pintu air tersebut. Kapal kecil mematikan mesin dan didorong, sedang kapal besar dituntun tapi tetap bergerak dengan kekuatan sendiri. Pintu air raksasa dari baja di belakang kapal ditutup dan pintu air di depannya dibuka untuk mengalirkan air pelan-pelan dari Danau Gatun. Ada tiga pintu air yang harus dilewati, yang akhirnya menaikkan kapal sampai sejajar dengan permukaan danau. 


Pintu Air Terusan Panama





Kapal kemudian melepaskan diri dari lokomotif listrik dan berlayar melintasi danau buatan itu sejauh 22 mil atau 35 kilometer. Danau buatan ini semula adalah lembah Sungai Chagres yang dibendung dengan membangun dam raksasa Gatun. Sesampai di ujung tenggara Danau Gatun kapal memasuki Lintasan Gaillard (gill-yard) yang panjangnya 13 kilometer, lebar 150 meter dan kedalaman minimum 13 meter. Di ujung lintasan Gaillard kapal kembali memasuki pintu air yang juga dilengkapi lokomotif-lokomotif pendorong. Pintu air pertama Pedro Miguel Locks menurunkan kapal 9 meter ke permukaan danau Miraflores. Dari sini kapal kemudian berlayar melintasi danau Miraflores sejauh 2 setengah kilometer ke pintu air Miraflores atau Miraflores Locks. Disini dua pintu air menurunkan kapal sampai sejajar dengan permukaan Samudera Pasifik. Dan dari sini kapal berlayar memasuki Teluk Panama dan kemudian keluar ke Samudera Pasifik. 



Pintu Air Terusan Panama






Diukur dari Teluk Limon di Samudera Atlantik ke Teluk Panama di Samudera Pasifik terusan ini memiliki panjang sekitar 82 kilometer dengan lama pelayaran sekitar 8 jam. Rata-rata ada 12.000 kapal melintasi terusan ini setiap tahun, atau sekitar 33 kapal sehari. Tetapi karena sempit, terusan ini tidak dapat dilewati kapal induk dan kapal tangki raksasa. 

Kapal Panamax
Ada lagi keunikan dari Terusan ini, ada ukuran resmi dari otoritas pengelola kanal berapa ukuran kapal yang bisa melewati terusan ini. Ukuran ini disebut dengan istilah Panamax. Yakni panjang 294.13 meter, Lebar 32.31 meter dan kedalaman 12.04 meter.


Contoh Kapal Panamax Melewati Terusan





Konskwensinya semua galangan kapal didunia kalau merancang kapal harus mengikuti ukuran-ukuran itu agar kelak bisa melewati kanal. Tetapi jika rancangannya tidak untuk lewat di Terusan Panama tentu ukuran ini tidak berlaku.

Objek wisata

Keberadaan dari Terusan Panama tidak hanya memiliki fungsi sebagai penyebrangan belaka. Sekarang dia menjadi daya tarik wisatawan.







Para pelopor wisata ke kanal ini adalah kapal-kapal pesiar. Pada awalnya adalah ekplorasi Alaska yang indah dimusim panas. Dengan berakhirnya musim dingin kapal-kapal yang beroperasi di Lautan Karibia akan menjual paket-paket wisata  di Alaska.
Karena sebagian besar pangkalan kapal pesiar di Amerika Timur, maka untuk mencapai Alaska atau Kanada mereka harus melewati Terusan Panama.
Penyebrangan peralihan musim ini dijadikan paket wisata tersendiri. Ada  juga beberapa kapal pesiar yang khusus melakukan perjalanan wisata hanya menyebrang kanal kemudian kembali kedaerah tujuan.
Keunikan dari atraksi wisata di Terusan Panama adalah bisa menyaksikan sendiri bagaimana proses masuk dan keluarnya kapal-kapal besar di dalam ‘lock’ atau penyekat. Menyaksikan bagaimana 197,000,000 liter air dipakai dalam sekali proses penyekatan.
Wisatawan juga dapat menyaksikan pintu-pintu penyekat besi raksasa berukuran lebar 19.5 m dan tingginya 20 m serta ketebalannya adalah 2 m. Mereka juga bias mengikuti bagaimana proses kapal terangkat dari satu penyekat ke penyekat berikutnya. Ini sangat menarik untuk di saksikan karena keberadaan Danau Gatun berada 26 meter diatas permukaan laut, jadi kalau di gambarkan kapal sebenarnya naik dan turun ‘gunung’. Dari laut Pasifik ke Laut Atlantik.

Danau Gatun





Pembangunan dam di Danau Gatun merupakan dam terbesar di dunia saat itu dan danaunya merupakan danau buatan terbesar. Dam ini menyediakan tersedianya listrik untuk pengopersian Terusan Panama.


Biaya  Toll

Seperti layaknya jalan toll Terusan Panama juga memberlakukan tarif jasa toll  kepada pada pengguna. Otoritas Terusan Panama menentukan biaya toll berdasarkan jenis kapal, ukuran dan jenis barang yang dibawa. Kapal penumpang dan kapal barang yang tidak membawa barang di hitung tersendiri sesuai tonasenya.
Biaya penyebrangan untuk kapal Cargo atau barang adalah $72 per unit kontainer.
Biaya untuk penyebrangan kapal-kapal pesiar di hitung berdasarkan jumlah kamarnya. Perkamar yang berpenghuni adalah $115(Rp1,035,000) sedangkan kamar yang tidak berpenghuni membayar $92 dolar.(Rp 828,000).
Jika kapal pesiar tersebut memiliki 1000 kamar dan semua kamarnya terisi harus membayar toll sejumlah 115,000 dolar Amerika sekali penyebrangan.  Toll termahal untuk menyebrangi Terusan Panama dikenakan kepada kapal pesiar Disney Magic yang menyebrang tanggal 16 Mei 2008 dan membayar toll sejumlah $331,200(2,9 miliar rupiah sekali penyebrangan) dan penyebrang dengan bayaran toll termurah di kenakan kepada seorang petualang Amerika Richard Halliburton yang berenang di Terusan Panama tahun 1928 dengan membayar 36 sen dolar. Kalau sekarang di rupiahkan menjadi Rp 3,240. (man)

Tantangan ke Depan

Terusan Panama menghadapi sejumlah persaingan sengit dari misalnya jawatan kereta api inter-samudra yang melintasi Amerika Serikat dan Meksiko, serta rencana negara tetangga Nikaragua untuk juga membangun terusan. Melihat tantangan ini Pemerintah Panama pada tahun 2006 lalu menggelar referendum untuk memperluas terusan. Untungnya referendum ini disetujui oleh sekitar 80% rakyat Panama. Secara kongkrit, perluasan terusan Panama akan dibarengi dengan pembangunan dua pintu air ekstra lebar, yaitu pada awal dan akhir terusan. Terusan Panama juga akan diperluas dan diperdalam di beberapa tempat. Proyek ini akan makan waktu paling sedikit delapan tahun dan biayanya mencapai lebih dari USD 5 milyar. Panama sendiri akan menyalurkan sekitar separuh ongkosnya yang bisa jadi diambil dari kantong Otoritas Terusan Panama yang tahun 2007 tercatat meraup pendapatan sekitar USD 1,76 miliar. Sisanya diambil dari pinjaman-pinjaman internasional.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

next previous home